Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

Sistem Pernafasan



Bernapas terdiri atas 2 proses/fase yaitu:
1. Inspirasi: proses memasukkan udara pernapasan melalui rongga hidung menuju paru-paru
2. Ekspirasi: proses mengeluarkan udara sisa pernapasan keluar rongga hidung

Kapasitas paru-paru dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Udara tidal yaitu udara yang keluar masuk paru-paru pada saat
pernapasan biasa. Jumlah Volume udaranya sebesar 500 ml.
2. Udara komplementer yaitu udara yang masih dapat dihirup setelah
inspirasi biasa, Besar volume udaranya 1,5 liter.
3. Udara suplementer yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan setelah
melakukan ekspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
4. Kapasitas Vital paru-paru yaitu kemampuan paru-paru untuk
melakukan respirasi sekuat-kuatnya atau merupakan jumlah udara
tidal, udara komplementer dan udara suplementer. Jadi besarnya
volume kapasitas vital paru-paru kurang lebih 4 liter.
5. Udara Residu yaitu udara yang masih terdapat dalam paru-paru
setelah melakukan respirasi sekuat-kuatnya. Jumlahnya kurang lebih
500 ml.
6. Kapasitas Total paru-paru yaitu seluruh udara yang dapat ditampung
oleh paru-paru.

Sistem pernapasan pada manusia dapat mengalami berbagai kelainan dan penyakit, antara lain: asfiksi, TBC, dipteri, bronchitis, faringitis, pleuritis, sinusitis, SARS, asma, kanker paru-paru

CARA PENCEGAHAN :

Mengkonsumsi makanan yang bergizi
Menanam tumbuhan di lingkungan sekitar rumah
Diusahakan tempat tinggal jauh dari pabrik
Bila telah terjadi alergi pada sistem pernapasan, pencegahannya yaitu menghindarkan diri dari segala sesuatu yang menyebabkan alergi kambuh

Sistem Gerak Pada Manusia


Tulang







Fungsi tulang adalah:
Sebagai alat gerak pasif
Tempat melekatnya otot (Fixasi)
Melindungi organ-organ viseral yang penting (Protektor)
Menegakkan dan memberi bentuk pada tubuh (Power)
Tempat perombakan dan pembentukan sel darah merah
Tempat penyimpanan garam mineral


Berdasarkan bentuknya tulang dikelompokkan menjadi:

Tulang panjang atau tulang pipa contohnya tulang lengan, tulang paha, ruas-ruas tulang jari. Dibagian dalam ujung tulang pipa berisi sumsum merah yang berperan sebagai tempat pembentukan sel darah merah.

Tulang pipih contohnya tulang belikat, tulang panggul, tulang dada dan tulang rusuk.

Tulang pendek contohnya tulang pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, tepalak tangan, telapak kaki serta ruas-ruas tulang belakang.

Tulang tak beraturan contohnya, tulang punggung dan tulang rahang.

Berdasarkan penyusunnya tulang dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan.

Tulang Keras
Tersusun atas CaCO3 (kalsium karbonat) dan CaPo4 (kalsium fosfat). Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas). Osteoblas menghasilkan osteocyt (sel-sel tulang keras)

Tulang Rawan (kartilago)

Macam-macam tulang rawan adalah:
Tulang rawan hialin
Tulang rawan fibrosa
Tulang rawan elastin


Hubungan Antar Tulang:
Sinarthrosis
Amfiarthrosis
Diarthrosis, Macamnya antara lain:
Sendi peluru
Sendi engsel
Sendi putar
Sendi pelana


Otot









Otot merupakan alat gerak aktif yang mempunyai ciri:
Kontrakbillitas yaitu kemampuan alat untuk mengadakan perubahan menjadi lebih pendek dari ukuran semula.
Ekstensibilitas, yakni kemampuan otot untuk relaksasi atau memanjang dari ukuran semula. Ekstensibiltas merupakan kebalikan dari kontrakbilitas.
Elastisits, yakni kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula.

Gangguan pada Tulang

Gangguan Persendian
Dislokasi
Terkilir/keseleo
Peradangan sendi (atritis)
Tulang retak atau patah (fraktura)

Gangguan pada ruas-ruas tulang belakang
Skoliosis
Kifosis
Lordosis

Gangguan rangka yang lain
Rakhitis
Osteoporosis

Gangguan pada Otot
Atrofi
Hipertrofi
Kejang Otot
Kaku Leher atau Stiff
TetanusHernia Abdominalis
Mikro sefalus

Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan. HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut.

Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :

1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluh darah yang pertama. 




1. Tahap-tahap Perkembangan Manusia

a. Tahapan Perkembangan pada masa embrio 

Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.

Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.

Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.

Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.

Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).

Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)

Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.

Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.

Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.

b. Tahap perkembangan pada masa anak-anak

Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja. Bayi sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan ASI selama tahun pertama kehidupannya. Pada usia balita terjadi pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi.

Pada usia 6 bulan, gigi pertama bayi akan tumbuh yang disebut gigi susu. Setelah sekitar usia 6 tahun, gigi susu akan tanggal secara bergantian dan digantikan oleh gigi tetap. Seiring dengan bertambahnya usia, bayi akan belajar duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Otak tumbuh membesar dan bayi mulai berbicara.

Umumnya bayi mulai berjalan dan berbicara sekitar usia satu tahun. Pada usia tiga tahun, anak-anak mulai berbicara kalimat pendek. Menjelang usia sepuluh tahun anak-anak mulai mencari teman, mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka dan bekerjasama.

c. Tahap perkembangan pada masa remaja (pubertas)

Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa melalui satu tahap yang disebut masa pubertas. Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti usia menjadi orang, suatu periode dalam mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak.

Perubahan-perubahan biologis berupa mulai bekerjanya organ-organ reproduktif dan disertai pula oleh perubahan-perubahan yang bersifat psikologis. Pada masa ini baik laki-laki atau perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan sel kelamin yang matang.

Ciri-ciri Penting Periode Pubertas :

a) Pubertas merupakan periode transisi dan tumpang tindih. Dikatakan transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa remaja. Dikatakan tumpang tindih sebab beberapa ciri biologis-psikologis kanak-kanak masih dimiliknya, sementara beberapa ciri remaja dimilikinya pula.

b) Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya ke arah bentuk tubuh orang dewasa. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya lawan jenis, terhadap permainan dan anggota keluarga.

c) Tubuhnya mulai menunjukkan mekar-tubuh yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak. Sebagian ciri pubertas yang dia miliki ditunjukkan dalam sikap, perasaan, keinginan, dan perbuatan-perbuatan. Sikapnya yang paling menonjol antara lain sikap tidak tenang dan tidak menentu.

d) Pertumbuhan dan perkembangan badannya, tumbuh normal, sesuai dengan usianya. Berat badannya 40 kg, dan tinggi badannya.

e) Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan berbagai perasaan tidak enak bagi yang mengalaminya.

f) Haid (menstruasi) yang pertama kali dia alami pada usia 9 tahun. Jika dilihat dari usianya saat ia mengalami menstruasi, ia masih dalam masa kanak-kanak akhir.

g) Gejala yang mulai ditunjukkan dari dirinya yaitu :
- Pinggul yang membesar dan membulat
- Dada yang semakin nampak menonjol
- Tumbuhnya rambuh di daerah kelamin, ketiak, lengan dan kaki
- Perubahan suara dari suara kanak-kanak menjadi lebih merdu (melodius)
- Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh jerawat
- Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit anak-anak.

Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki.

Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.
d. Tahap Perkembangan masa dewasa

Sebagai seorang individu yang sudah tergolong dewasa, peran dan tanggung jawabnya tentu makin bertambah besar. la tak lagi harus bergantung secara ekonomis, sosiologis ataupun psikologis pada orang tuanya. Mereka justru merasa tertantang untuk membukukan dirinya sebagai seorang pribadi dewasa yang mandiri.

Segala urusan ataupun masalah yang dialami dalam hidupnya sedapat mungkin akan ditangani sendiri tanpa bantuan orang lain, termasuk orang tua. Berbagai pengalaman baik yang berhasil maupun yang gagal dalam menghadapi suatu masalah akan dapat dijadikan pelajaran berharga guna mem-bentuk seorang pribadi yang matang, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.

Secara fisik, seorang dewasa muda (young adulthood) menampil-kan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif.

Secara umum, mereka yang tergolong dewasa muda (young) ialah mereka yang berusia 20-40 tahun. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan, Santrock (1999), orang dewasa muda termasuk masa transisi, baik transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara intelektual (cognitive trantition), serta transisi peran sosial (social role trantition).

Dari pertumbuhan fisik, menurut Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda sedang mengalami peralihan dari masa remaja untuk memasuki masa tua. Pada masa ini, seorang individu tidak lagi disebut sebagai masa tanggung (akil balik), tetapi sudah tergolong sebagai seorang pribadi yang benar-benar dewasa (maturity).

la tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagaimana layaknya seperti orang dewasa lain-nya. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja, menikah, dan mempunyai anak. la dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya).

Segala tindakannya sudah dapat di-kenakan aturan-aturan hukum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran, akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata}. Masa ini ditandai pula dengan adanya perubahan fisik, misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi, dan kemampuan reproduksi.

e. Perkembangan pada masa lanjut usia

Pada tingkat kedewasaan menengah (40-65 th) manusia mencapai puncak periode usia yang paling produktif . Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial (BKKBN 1998).

Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ.

Secara ekonomi, penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban daripada sebagai sumber daya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat.

Dari aspek sosial, penduduk lanjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Di negara Barat, penduduk lanjut usia menduduki strata sosial di bawah kaum muda.
Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. Tetapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu :
Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun, lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun.

Sedangkan menurut Prayitno dalam Aryo (2002) mengatakan bahwa setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia 56 tahun ke atas, tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi kehidupannya sehari-hari.

Pada umumnya pada masa lanjut usia ini orang mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotorik. Menurut Zainudin (2002) fungsi kognitif meliputi proses belajar, persepsi pemahaman, pengertian, perhatian dan lain-lain yang menyebabkan reaksi dan perilaku lanjut usia menjadi semakin lambat.

Fungsi psikomotorik meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan, tindakan, koordinasi yang berakibat bahwa lanjut usia kurang cekatan.

Primary Growth in plant


I. Primary Growth

Primary growth in plants is longitudinal growth, or growth in length.  All vascular plants,
whether herbaceous or woody, undergo primary growth.  Growth requires plant meristems, areas
of cells capable of mitotic cell division.  Growth consists of three stages:
1) Cell division via mitosis: Daughter cells (new cells) are produced from meristematic cells
(apical initials, or mother cells).
2) Cell expansion:  Daughter cells grow to a functional size.
3) Cell differentiation and maturation: Cells develop the physical and physiological
characteristics necessary to perform specialized functions.
Meristems are undifferentiated, perpetually juvenile plant tissues which are capable of dividing
mitotically, producing plant growth.  Apical meristems are areas of actively dividing cells at the
tips of all roots and shoots.  Apical meristems produce three types of primary meristems:
protoderm, ground meristem and procambium.  Each of these primary meristems produces
different types of primary tissue systems: dermal tissue, ground tissue, and vascular tissue.

II. Primary Root Growth

1. Root Function

The structure of roots relates to the many functions that they must perform.  Roots must be able
to penetrate soil, which is often hard and potentially damaging to a growing root via friction.
They must be able absorb water and dissolved mineral nutrients from the soil.  They then need to
be able to "filter" substances absorbed to exclude undesirable compounds (e.g., salt) from thiswater.  They must transport water from the roots to the shoot of the plant.  Conversely, roots
must be able to transport photosynthate (carbohydrates produced by photosynthesis) from the
shoot to the roots where it is distributed to support respiration and growth.  Roots often also
serve as storage organs for photosynthate.  Finally, roots anchor and support the above-ground
portion of plant.  These functions are accomplished by specialized tissues with specific
physiological functions.

2. Root Trivia

Roots are, of course, critical to the survival and growth of most plants, but tend to be unseen and
therefore forgotten.  Roots can penetrate to depths that exceed tree height in some arid
environments.  For example, Acacia roots in Egypt were found at 30 m depth, while mesquite
(Prosopis juliflora) roots in Arizona reached 53.3 m deep.  Roots can also be very numerous and
have a large collective length and surface area.  A 6 month old Cornus florida seedlings had
~2,600 roots totalling 51.4 m in length, while a 6 month old Pinus taeda seedling had 767 roots
totalling 3.87 m in length.  Roots can grow anywhere from <25 mm per day.

3. Anatomy

The first root originating from the embryo as the radicle is called the primary root.  This
primary root can become a taproot in gymnosperms and eudicots, growing directly downwards
and giving rise to lateral roots.  Monocots typically have a dense fibrous root system rather than
a taproot system, with a short-lived primary root and new adventitious roots arising from the
base of the stem.  The total surface area of feeder roots, actively engaged in uptake of water and
minerals, needs to be balanced with the total above-ground photosynthetic surface area (leaves
and sometimes stems).  The end of the root is protected by the root cap, which consists of
loosely-packed, mucilaginous cells which protect the root apical meristem and lubricate the root
for growing between soil particles.  As the root cap is pushed into the soil by the elongating root,
cells slough off as a result of soil friction.  The meristematic region is the area of active
longitudinal cell division at the root apex (behind the root cap).  Behind the meristematic region
is a zone of elongation, and behind that a zone of differentiation and maturation.  The root apical
meristem produces new cells of three types:  1) Protoderm cells (on the outside) will produce
new epidermal tissues; 2) The procambium in the middle will produce cells that develop into a
primary vascular (=conducting) system; 3) Ground meristem cells will produce the root cortex.
Several root tissues are produced by the protoderm and the ground meristem.  The outermost
tissue is the epidermis (="skin" of the new root).  Some epidermal cells also expand laterally to
become root hairs, which absorb moisture and dissolved nutrients from the soil.  Root hairs are
short lived and usually found only in the zone of maturation. The cortex is largely a storage
tissue but it also affects lateral water movement across the root.  The endodermis regulates the
flow of materials into the center of the root.  The endodermis consists of cells with a band of
suberin on radial cell walls called the Casparian strip.  This impermeable layer forces most
substances to go through the protoplasm of endodermal cells rather than moving through
intercellular spaces.  The Casparian strip thus acts as a filter to exclude undesirable substances,
e.g., salt in mangroves.  The pericycle is a tissue that appears similar in structure to the cortex;
but areas of the pericycle will later become meristematic, form new apical meristems and root
caps, and produce lateral roots that will push their way out into the soil.  The procambiumproduces vascular tissues for transport of water and nutrients.  It produces primary phloem for
the transport of food and other things (including hormones).  It also produces primary xylem,
which transports water and dissolved mineral nutrients up to the shoot.  Primary xylem consists
mainly of cells that die during maturation in order to function in water transport (tracheids in
gymnosperms; fibers and vessels in angiosperms).  The procambium also produces a
meristematic tissue called the vascular cambium.  The vascular cambium is initially
discontinuous (only found in vascular bundles).

4. Gravitropism

Most cell growth occurs in the zone of elongation, well behind the root cap.  Cells approximately
triple in size in this zone.  Root elongation pushes the root tip further into the soil, and this is
lubricated by the mucigel of the root cap.  Primary roots are positively gravitropic, and if placed
horizontally, will curve and grow downwards by elongating cells more on top than on bottom.
Only the tap root grows straight down.  Primary laterals, on the other hand, usually grow at an
angle, while secondary laterals are indifferent to gravity.  Gravity sensing cells in root cap
contain leucoplasts filled with starch grains (=amyloplasts) that settle to 'bottom' of cell and
orient growth of root accordingly.

III. Primary Shoot Growth

Shoots are negatively gravitropic and  positively phototropic.  The meristematic region for shoot
primary growth, called the shoot apical meristem, is in the shoot apex.  Leaf primordia
develop on the sides of the meristematic region and are arranged in a specific pattern – spirally
arranged in Douglas-fir and many gymnosperms and angiosperms, and in pairs on opposite sides
of the apical meristem in some species such as maples (Acer).  Leaf primordia will develop into
leaves.  The points of leaf attachment are called nodes, while the distance along a shoot between
two nodes is called an internode Internodes vary widely in average length, for example, they are
2-3 mm in Douglas-fir and 5-10 cm in red alder.  New apical meristems form in leaf axils (i.e., at
nodes).  These new apical meristems will either form buds, or will produce a new shoot.  In
Douglas-fir ~1 in 20 leaf axils develop apical meristems, while in red alder and most hardwoods,
every leaf axil gets a new meristem. A leaf plus its node and the internode below constitutes a
repeating unit called a phytomere.
The shoot apical meristem gives rise to the three primary meristems (protoderm, ground
meristem and procambium) and these in turn produce all shoot tissues.  As in roots, the
outermost layer of a primary shoot is the epidermis, which arises from the protoderm.  The
epidermis may contain stomata or lenticels for gas exchange, or may have a waxy or hairy
surface to prevent dessication.  The shoot cortex arises from ground meristem.  The primary
vascular tissues, the primary phloem, vascular cambium and primary xylem, arise from the
procambium.  These three tissues are organized into separate vascular bundles.  Finally, the
innermost shoot tissue is the pith.  The pith is produced by the central ground meristem, and
functions for a short period as a storage tissue.

 
Powered by Blogger | Printable Coupons